ORANG KAYA INDONESIA KAYAKAN SINGAPURA
Apa yang gw dengar di radio kemarin sebenarnya bukanlah sebuah hal yang mencengangkan.
Pertama, Singapura merupakan negara ke-17 terkaya di dunia (~sori lupa hasil survey badan internasional apa~). Gak aneh kan? Kedua, salah satu penyumbang kekayaan Singapura tersebut adalah dari sektor properti. Mm, wajar. Ketiga, hampir 30 persen dari bisnis properti di Singapura ternyata diramaikan oleh orang-orang Indonesia! Mmm, masih belum aneh. So?
What’s the point?
Hal yang bikin gw sedikit merasa ‘gak enak’ adalah fakta kalau orang-orang Indonesia yang ‘meramaikan’ bisnis properti di negara Singa itu umumnya berperan sebagai pembeli, bukan pemain dalam bisnis propertinya. Mereka membeli apartemen dan kondominium mewah di daerah-daerah strategis di sana (kayak Orchad dan sejenisnya kali ya). Anehnya, mereka biasanya menolak kalau ditawari apartemen kelas biasa saja. Mereka malah memilih apartemen dan kondominium mewah yang harga per meter perseginya mencapai Rp. 70 juta! Buset dah! Tu uang dapet dari mana yah?
Katanya sih, mereka membeli tempat-tempat tersebut untuk investasi. Soalnya, katanya lagi, dalam jangka waktu 1-2 tahun mereka bisa mendapatkan keuntungan hingga 80 persen.
Huff.
I don’t care kalau mereka memang membeli itu semua untuk tujuan investasi. Dengan satu catatan, ITU UANG MEREKA SENDIRI! Kalau memang itu semua uang mereka sendiri mah, silahkan aja, hak mereka kok.
Satu hal yang menjadi catatan gw adalah sebegitu parahkah iklim investasi di negeri ini, sampai mereka memilih menginvestasikan uang mereka di luar dari pada di negeri mereka sendiri? Apakah kita telah hilang kepercayaan pada bangsa kita sendiri?
Indonesia ikut andil dalam tabungan kekayaan Singapura mah sebenarnya sudah bukan hal aneh lagi. Coba hitung berapa banyak pasir negeri ini yang mendarat di sana? Atau lihat betapa makin bertambah luasnya Changi dan Pulau Sentosa sejak pasir-pasir kita berdatangan di sana?
Apa kita telah kehilangan rasa nasionalisme kita?
Apa lagi yang kita miliki? INDONESIA KAYA? Iya memang! Tapi lihat, kekayaan apa yang ada ditangan kita? Minyak kita, siapa yang memiliki? Gas bumi, emas, ah terlalu banyak kalau harus menghitung.
Kenapa mereka tidak kumpulkan saja modal-modal itu dan berusaha sedikit demi sedikit membuat usaha pengolahan minyak, gas bumi, emas, apapun yang telah ‘digenggam’ oleh investor asing itu? Kenapa? Apakah ini terlalu susah?
Apakah kita harus menunggu tangan Tuhan? Tuhan takkan mengubah nasib kita, jika bukan kita yang berusaha!
Apakah kita akan diam saja?

COMMENTs