Archive

Archive for May, 2007

ORANG KAYA INDONESIA KAYAKAN SINGAPURA

May 19, 2007 asaria 3 comments

Apa yang gw dengar di radio kemarin sebenarnya bukanlah sebuah hal yang mencengangkan.

Pertama, Singapura merupakan negara ke-17 terkaya di dunia (~sori lupa hasil survey badan internasional apa~). Gak aneh kan? Kedua, salah satu penyumbang kekayaan Singapura tersebut adalah dari sektor properti. Mm, wajar. Ketiga, hampir 30 persen dari bisnis properti di Singapura ternyata diramaikan oleh orang-orang Indonesia! Mmm, masih belum aneh. So?

What’s the point?

Hal yang bikin gw sedikit merasa ‘gak enak’ adalah fakta kalau orang-orang Indonesia yang ‘meramaikan’ bisnis properti di negara Singa itu umumnya berperan sebagai pembeli, bukan pemain dalam bisnis propertinya. Mereka membeli apartemen dan kondominium mewah di daerah-daerah strategis di sana (kayak Orchad dan sejenisnya kali ya). Anehnya, mereka biasanya menolak kalau ditawari apartemen kelas biasa saja. Mereka malah memilih apartemen dan kondominium mewah yang harga per meter perseginya mencapai Rp. 70 juta! Buset dah! Tu uang dapet dari mana yah?

Katanya sih, mereka membeli tempat-tempat tersebut untuk investasi. Soalnya, katanya lagi, dalam jangka waktu 1-2 tahun mereka bisa mendapatkan keuntungan hingga 80 persen.

Huff.

I don’t care kalau mereka memang membeli itu semua untuk tujuan investasi. Dengan satu catatan, ITU UANG MEREKA SENDIRI! Kalau memang itu semua uang mereka sendiri mah, silahkan aja, hak mereka kok.

Satu hal yang menjadi catatan gw adalah sebegitu parahkah iklim investasi di negeri ini, sampai mereka memilih menginvestasikan uang mereka di luar dari pada di negeri mereka sendiri? Apakah kita telah hilang kepercayaan pada bangsa kita sendiri?

Indonesia ikut andil dalam tabungan kekayaan Singapura mah sebenarnya sudah bukan hal aneh lagi. Coba hitung berapa banyak pasir negeri ini yang mendarat di sana? Atau lihat betapa makin bertambah luasnya Changi dan Pulau Sentosa sejak pasir-pasir kita berdatangan di sana?

Apa kita telah kehilangan rasa nasionalisme kita?

Apa lagi yang kita miliki? INDONESIA KAYA? Iya memang! Tapi lihat, kekayaan apa yang ada ditangan kita? Minyak kita, siapa yang memiliki? Gas bumi, emas, ah terlalu banyak kalau harus menghitung.

Kenapa mereka tidak kumpulkan saja modal-modal itu dan berusaha sedikit demi sedikit membuat usaha pengolahan minyak, gas bumi, emas, apapun yang telah ‘digenggam’ oleh investor asing itu? Kenapa? Apakah ini terlalu susah?

Apakah kita harus menunggu tangan Tuhan? Tuhan takkan mengubah nasib kita, jika bukan kita yang berusaha!

Apakah kita akan diam saja?

Categories: Shout It Out

YUK, BERWAKAF DI EKOPESANTREN!

May 19, 2007 asaria Leave a comment

Wakaf, yuk! :-)

Nih ada program EKOPESANTREN Daarut Tauhid. So far belum tahu begitu banyak sih. Sekedar informasi aja, ni pesantren memiliki konsep back to basic gitu dan mau dibangun di tanah seluas 7.4 hektar. Rencananya pesantren yang digagas Aa Gym ini, didesain dengan teknologi solar system buat sumber energi di masjidnya. Bangunan pesantrennya pun dibuat dengan konsep rumah panggung dengan kolam ikan di bawahnya (biar gak susah-susah kalo mau poop, he he :-) ). Pencahayaannya pun juga dibuat se lami mungkin. Visioner yah?

Bukankah konsep2 seperti ini yang kita butuhkan? Kita butuh solusi kan? Solusi atas krisis energi yang terjadi sekarang ini.

O iya di sana juga memakai biogas sebagai sumber energi. Biogas ini nantinya akan digunakan untuk memasak. Nah, biogas-biogas ini dihasilkan dari sapi-sapi yang juga diternakkan dilikungan pesantren. Jadi, selain diajarkan konsep kembali ke alamnya, para santrinya juga di ajarkan tentang hidup mandiri dan entrepreneurship.

Terus, selain digunakan sebagai tempat menuntut ilmu, nantinya EKOPESANTREN ini juga bakal dijadiin sebagai objek wisata. Istilah kerennya ‘wisata rohani’.

Menarik sekali bukan?

Nah, di sini nih kesempatan kita. Membantu membebaskan tanah seluas 7.4 hektar yang mau di bangun untuk pesantrennya tadi. Sederhana aja, kalo kamu gak punya duit buat ngebebasin 7.4 hektar gpp kok. Kamu bisa wakaf 1 meter persegi aja. Cukup Rp. 175.000,-. Mau lebih? Ya, tinggal kalikan saja. Kamu bakal dapet sertifikat yang bakal dinamai dengan nama orang yang kamu inginkan. Misal, kalo kamu mau nyumbang atas nama almarhum ortu, bisa kok, atau siapapun juga. Gak punya uang segitu? Cicil aja. Katanya bisa. Atau infak aja seribu, dua ribu, juga gpp.

Mau tahu lebih lanjut? Kontak ke sini aja (022)2507148. Itu nomor off-airnya radio MQFM. Atau mau langsung? Ke MQFM aja kalo mau. Alamatnya di geger kalong girang (dekat kampus UPI). Tapi sori yah, no nya gw lupa. Tanya aja. Masih di kompleks DT kok.

Kalo mau langsung juga bisa, kirim wakaf kamu ke BANK SYARIAH MANDIRI, No. Rek. 0070200088 atas nama EKOPESANTREN DAARUT TAUHID.

Yuk, beramal sekarang. Mumpung masih bisa. Kan kalo dah meninggal wakaf termasuk salah satu dari 3 amalan yang gak akan putus pahalanya. Jadi, tunggu apalagi?

Categories: Uncategorized

MENJADI YANG TERJUDES

May 7, 2007 asaria 6 comments

“Silahkan tulis nama asisten yang paling berkesan bagi kalian, apa itu yang terbaik, terkejam, terjudes, terserah.”, menjadi kalimat penutup praktikum Fisika Dasar hari Jum’at kemarin yang juga menjadi sesi praktikum terakhir semester ini.

Beberapa praktikan menanyakan namaku. Ada juga yang menanyakannya ke asisten lain. Aku tersenyum. Aku sudah bisa menduga mereka memasukkanku ke kategori mana.

Yup, prediksiku tepat. Asisten terpelit, ter-ngeBT-in, terjudes, terkejam, ah aku lupa ternegatif apa lagi. Lagi-lagi aku tersenyum, AKU BERHASIL.

Pertama, sosokku berhasil dikenal oleh adek-adek praktikanku. Meski dalam hal negatif. Kedua, meski di antara mereka ada yang menganggapku subjektif dan tidak menghargai dalam memberi nilai, aku tidak ambil pusing. Aku punya penilaian tersendiri dalam memberi penilaian terhadap para praktikan, memang itu standarku, tapi standar itu sudah aku sesuaikan dengan standar rekan-rekan yang lain bahkan dengan standar petunjuk asistensi. Malah saat ada praktikan yang aku curigai menyontoh (~jika mereka tidak mau menyebut diri mereka menyontek~) pekerjaan praktikan lain, aku berkonsultasi dulu dengan koordinator asisten. Mereka bahkan pernah aku beri kesempatan untuk complain. Tapi tak satupun yang mendatangiku. Kesimpulanku? Hanya orang bersalah yang enggan mempertahankan diri.

Selain itu, aku juga selalu berpikir, apakah mereka mendapat sanksi lain yang bisa menyebabkan nilai praktikum mereka hari itu berkurang? Misalnya, memakai baju tidak berkerah dan terlambat. Jika iya, aku biasanya memberikan nilai lebih pada point tes awal dan keaktifan. Begitu juga dengan nilai laporan. Walau dalam memberikan penilaian terhadap point yang satu ini, aku biasanya lebih ketat. Aku biasanya juga memberikan lebih 5 point untuk tiap praktikan jika ternyata kesalahan yang mereka buat umumnya disebabkan kesalahanku sebagai asisten, seperti kurang mengerti materi praktikum dan untuk praktikum mandiri yang memang lebih mengandalkan kemampuan praktikan dalam memahami materi.

Like I said pada mereka, “Aku cuma nulisin apa yang kalian tulis kok.”, sewaktu mereka memintaku supaya jangan memberikan nilai kecil.

Aku salut dengan diriku sendiri. Seperti lantunan Christina Aguilera,

I’m beautiful.

No matter what they say.

Aku bisa mempertahankan pendapatku tanpa takut dianggap buruk oleh orang lain. Aku berhasil menentang orang-orang yang lebih memilih menyenangkan orang lain demi dianggap baik.

Apakah tulisan ini sebuah pembelaan diri? What do you think? :-)

Categories: Self Revolution