Archive

Archive for July, 2007

PILAH SAMPAH, YUK!

July 30, 2007 asaria 5 comments

pilahsampah1.jpg

Gemes gak sih ngeliat permasalahan sampah di negeri ini gak kelar-kelar juga? Terutama di Bandung dan Jakarta. Makanya, daripada hanya menunggu dan melihat pemerintah turun tangan, gak ada salahnya jika kita juga ikut andil dengan mulai peduli terhadap sampah di sekitar kita.

Cara sederhana adalah dengan memilah sampah atau mengelompokkannya berdasarkan jenis material pembuatnya. Sebagai contoh, botol plastik bekas minuman dengan sesama botol bekas minuman, kaleng dengan kaleng, kaca dengan kaca, kertas dengan kertas, plastik kemasan sesama plastik kemasan, dan sampah basah atau organik dengan sesama sampah organik.

Kenapa sih kita harus memilah sampah? Padahal kalau dipikir-pikir, saat ini di Indonesia belum ada truk yang container sampahnya dipisah-pisah. Jika demikian, berarti percuma donk, kita udah capek-capek memilah sampah, eh ditruknya malah disatukan lagi.

Well, mungkin sebagian kita ada yang berpendapat begitu. Yah, saya bisa memaklumi. Jujur, dari dulu saya punya prinsip, perubahan besar itu adalah kumpulan dari perubahan kecil. Atau dengan kata lain, kita mulai saja dulu dari diri kita. Hal terpenting adalah, kita sudah melakukan sebuah perubahan kecil. Ya itu tadi, memulai dari kita untuk memilah sampah. Masalah ke depannya gimana, seperti apakah pemerintah menyediakan truk pengangkut yang memadai atau tidak, itu mah urusan kedua. Saya percaya, hal baik itu bisa menyebar. Jika kita mampu menyontohkan bagaimana membuang sampah yang baik, lalu mengajak teman-teman yang lain juga, ke depannya gerakan ini akan menjadi gerakan masyarakat. Jika masyarakat sudah berkomitmen, secara perlahan hal ini bisa menyebar ke tingkat daerah, kota, propinsi, bahkan negara dan dunia. Istilahnya, gerakan akar rumput.

Maaf, bukan bermaksud membanggakan diri jika saya memberi contoh lingkungan terdekat: diri saya sendiri, teman sekamar, dan asrama. Teman sekamar saya memang memiliki latar belakang teknik lingkungan. Dengan biaya sendiri, dia membeli sepak trash bag dan menaruhnya di dapur asrama. Trash bags tersebut dibagi berdasarkan sampah yang akan dimasukkan ke dalamnya seperti saya sebutkan di atas.

Alhamdulillah, gerakan ini menyebar seasrama. Kemarin baru saja kami menjual sampah-sampah yang berhasil kami kumpulkan. Not bad, i think. Uangnya kan bisa dibelikan untuk trash bag lagi.

Terus, jika ada sampah-sampah yang tak bisa dikategorikan ke sampah-sampah di atas, saya lebih memilih untuk menyimpannya di dalam plastik dan jika plastik tersebut itu sudah penuh, saya membuangnya ke kampus. Kenapa? Karena memang di kampus, kami telah memiliki dua jenis tong sampah: sampah yang dapat membusuk dan sampah yang tidak membusuk. Selain itu, di kampus juga ada teknologi pengolahan sampah yang lebih baik. Sampah tidak dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) melainkan ke Pusat Pengolah Sampah (PPS). Di PPS ini juga tersedia alat inseminasi, untuk pengolahan sampah lebih lanjut.

Jika ingin tahu lebih lengkap, silahkan klik di sini.

Categories: Better Life

KISAH RASULULLAH DAN 4 JALAN

July 30, 2007 asaria 1 comment

 rasullulah.jpg

Gantilah kata-kata negatif yang biasa Anda gunakan dengan kata-kata positif. Mungkin pesan tersebut adalah pesan yang paling sering Anda temukan jika membaca buku-buku motivasi dan psikologi populer. Sebut saja misalnya, Quantum Learning-nya Colin Rose dan J. Micholls.

Tahukah Anda, sebenarnya Rasulullah SAW telah menyontohkan hal ini jauh sebelum Quantum Learning membumi. Coba saja simak bagaimana cara Rasulullah memilih jalan yang harus beliau lalui sewaktu hendak menuju Khaibar dalam penggalan kisah Perang Khaibar. 

Untuk menuju ke Khaibar, Rasulullah memanggil dua orang penunjuk jalan yang diikutsertakan dalam rombongan pasukan Muslimin. Kedua orang ini tentu saja bertugas menunjukkan jalan yang lebih baik. Dalam perjalanan, pasukan Muslimin menemui sebuah persimpangan yang memiliki empat cabang. 

Salah seorang penunjuk jalan berkata, “Wahai Rasulullah, ini adalah beberapa jalan yang semuanya bisa ditempuh untuk mencapai tujuan.” 

Apa yang dilakukan Rasulullah? Sederhana saja, beliau hanya meminta Sang Penunjuk jalan, Husail, menyebutkan nama jalan-jalan tersebut satu persatu. 

Jalan pertama. “Nama jalan ini adalah Huzn (Kesedihan).” Beliau tidak mau melalui jalan tersebut. 

Jalan kedua. “Yang itu namanya jalan Syasy (Kacau).”  Beliau menolak melalui jalan ini. 

Jalan ketiga. “Yang itu namanya Hathib (Sial).” Lagi, Rasulullah SAW menolak. 

“Berarti hanya tersisa satu jalan,” ujar Husail. 

“Apakah namanya?” Tanya Umar bin al-Khaththab. 

Marhab (Selamat Datang).” Jalan inilah yang akhirnya dipilih oleh Rasulullah. 

See, beliau tidak meminta Sang Penunjuk jalan menjelaskan apa saja yang telah terjadi pada masing-masing jalan. Beliau hanya menanyakan nama masing-masing jalan. Beliaupun memilih Marhab (selamat Datang) dibandingkan Huzn (Kesedihan), Syasy (Kacau) ataupun Hathib (Sial)

Berkat pertolongan Allah, Khaibar bisa ditaklukkan dan pasukan Muslimin kembali ke Madinah dalam senyum kemenangan. 

Sumber: Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury terbitan Pustaka al-Kautsar   

Categories: Inspirasi

WHAT SHOULD YOU HAVE IN YOUR FIRST AID BOX?

July 30, 2007 asaria Leave a comment

firsta2.jpg

Keadaan darurat bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Karenanya sediakanlah selalu kotak P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dimanapun Anda beraktivitas. Di rumah, di kantor, di mobil, ataupun pada saat melakukan camping. Hal ini berguna untuk meminimalisir rasa sakit yang dialami korban.

Apa saja yang sebaiknya Anda miliki di dalam kotak P3K Anda?

  1. Obat sakit kepala dan demam, seperti aspirin, paracetamol, ataupun acetaminophen (untuk anak-anak). Siapkan juga thermometer untuk mengukur suhu tubuh.
  2. Obat luka akibat terkena benda tajam dan luka bakar, seperti perban, plester, dan betadine.
  3. Obat diare dan pencegah dehidrasi, seperti oralit.
  4. Obat batuk dan flu, baik untuk batuk kering dan berdahak.
  5. Obat maag.
  6. Obat alergi, terutama yang mengandung antihistamin.
  7. Minyak/balsem penghangat, misalnya minyak angin, minyak kayu putih, minyak tawon, atau minyak telon.
  8. Bedak/lotion penghilang gatal.
  9. Cotton bud untuk membersihkan luka kecil.
  10. Antiseptik dan antibiotik.
  11. Sabun antiseptik dan alkohol sebagai pembersih luka.

Obat-obatan di atas tentu saja sebaiknya obat yang cocok dengan Anda. Karena setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap obat. Jika Anda lebih menyukai obat-obatan alami dengan alasan meminimalisir jumlah zat kimia yang masuk ke dalam tubuh -seperti saya-, Anda dapat mengganti obat-obatan kimia di atas dengan obat-obatan alami tersebut. Contohnya, perasan daun jambu biji sebagai pengganti obat diare atau perasan daun kembang sepatu untuk demam (~ ini mainan sekaligus obat alternatif untuk demam di waktu saya kecil dulu ~). Permasalahannya, obat-obatan alami seperti ini tidak tahan untuk jangka waktu yang lama. Sebagai antisipasi, Anda lebih baik menanam tanaman sumber obat tersebut di halaman rumah. Selain sebagai hipotik hidup, tentu saja juga bisa mengasrikan rumah Anda.

Semoga bermanfaat. :-)

Sumber: Wanita Indonesia edisi 848/minggu ke empat juli 2007

Categories: Tips & Tricks