Buat Anda yang saat ini akan menghadapi wawancara kerja, nih ada 7 kiat jitu yang saya kutip dari Reader’s Digest Indonesia edisi September 2005. Semoga bermanfaat.
- Gali info
Perusahaan mana sih yang mau menerima orang yang tidak tahu sama sekali tentang mereka? Makanya, setidak-tidaknya sehari sebelum wawancara Anda harus tahu tentang background dan produk-produk perusahaan yang dituju serta gambaran jelas tentang posisi yang diinginkan. Biasanya hal pertama yang ditanyakan oleh pewawancara adalah menngapa Anda melamar di posisi tersebut dan hal apa yang Anda ketahui tentang perusahaan mereka.
- Busana oke
Kenakan busana yang sesuai dengan konteks lingkungan kantor pada umumnya. Misalnya, paduan blazer dan celana panjang atau rok untuk wanita serta kemeja lengan panjang dan celana panjang untuk pria. Pakailah pakaian yang tidak mudah kusut sehingga dapat menunjang kerapian penampilan Anda. Gunakan pakaian yang nyaman di tubuh agar konsentrasi tidak terserap hanya untuk memperhatikan penampilan. Sebaiknya, gunakan warn-warna netral, seperti hitam, biru, coklat atau beige, agar penampilan tampak lebih profesional.
- Ekspresi menyenangkan
Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Berikan senyum dan ekspresi yang tulus untuk mendapatkan perhatian pewawancara. Buatlah kontak mata yang intens, agar kesungguhan Anda dapat dibaca dengan jelas. Hindari memotong pembicaraan pewawancara. Dengarkan pertanyaan yang diajukan hingga selesai sebelum memberikan jawaban. Jika Anda kurang memaham maksud pertanyaan yang diajukan, tak ada salahnya Anda menanyakannya kembali. Tetaplah bersifat kooperatif meskipun sesi wawancara berlangsung cukup lama. Matikan ponsel agar kelancaran wawancara tidak terganggu.
- Bahasa tubuh positif
Bersikap tenang dan berikan perhatian kepada pewawancara untuk memberikan nilai positif. Duduklah dengan posisi tegak dan tunjukkan antusiasme serta ketertarikan pada posisi yang Anda inginkan. Bahasa tubuh seperti itu akan memberi kesan bahwa Anda percaya diri dan siap untuk menghadapi tantangan baru. Hindari melipat tangan di dada saa wawancara berlangsung. Hal ini menjukkan bahwa Anda adalah orang yang kaku dan defensif. Bicaralah dengan intonasi suara yang tegas dan jelas. Ingat, ucapkan salam dan jabat tangan pewawancara Anda dengan erat sebelum dan sesudah wawancara, serta ucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan.
- Jual diri
sebelum wawancara, tinjau kembali pengalaman kerja yang telah dan sedang Anda jalani. Ingat kembali tugas, tanggung jawab, tuntutan pekerjaan, kesulitan dan tantangan yang dihadapi, serta keberhasilan yang telah Anda raih selama melaksanakan pekerjaan tersebut. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menyebutkan kelebihan-kelebihan Anda yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. Tampilkan hal-hal positif yang pernah Anda raih dan tunjukkan energi serta rasa percaya diri yang tinggi. Ingat, meskipun begitu, hindari rasa percaya diri yang berlebihan sehingga terkesan angkuh serta melebih-lebihkan pengalaman yang Anda miliki. Ungkapkan kelemahan Anda sebagai hal yang positif. Beri pernyataan bahwa kelemahan Anda merupakan suatu kesalahan dan Anda telah belajar dari kesalahan itu, serta belajar untuk mengatasinya.kemukan kepada pewawancara bahwa kelemahan Anda tidak akan membuat hasil pekerjaan Anda menjadi tidak maksimal. Saat Anda dimina untuk menceritakan tentang diri Anda, ceritakanlah tentang diri Anda, bukan tentnag kisah hidup Anda. Berikan penjelasan singkat, seperti pendidikan, target jabatan yang ingin dicapai, pengalaman pada bidang pekerjaan yang Anda lamar, dan latar belakang pendidikan, serta pekerjaan yang berhubungan dengan posisi yang Anda inginkan. Gunakan kata-kata positif seperti ”Saya pikir…” atau ”Saya optimis…” untuk menunjukkan rasa percaya diri dan bahwa Anda paham. Ingat, tunjukkan juga apa yang bisa Anda perbuat bagi perusahaan.
- Berani bertanya
Ajukan pertanyaan bermutu seputar posisi yang Anda inginkan dan latar belakang perusahaan secara umum. Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya. Memanfaatkan kesempatan bertanya yang diberikan oleh pewawancara menunjukkan niat dan semanga Anda untuk bergabung dengan perusahaan mereka.
- Perhatikan hal-hal kecil
Terkadang hal-hal kecil yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya bisa menjadi dewa penolong Anda. Tibalah sepuluh menit lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Bila Anda belum mengetahui lokasi wawancara, tidak ada salahnya melakukan survei lokasi beberapa hari sebelumnya. Sapalah satpam atau resepsionis yang And atemui dengan ramah. Jika Anda harus mengisi formulir, isilah dnegan lengkap dan rapi. Meskipun tidak diminta, bawalah berkas-berkas yang sekiranya diperlukan, seperti CV, surat lamaran, dan foto. Hindari merokok, emngunyah permen, atau meludah selama wawancara. Bila Anda tergolong orang yang mudah merasa cemas atau tegang, luangkan waktu untuk latihan relaksasi sederhana sebelum wawancara dimulai.
Selamat berburu pekerjaan. Semoga Anda mendapatkan posisi yang diidamkan. Good luck!
COMMENTs