Archive

Archive for the ‘Better Life’ Category

KOK MACET?

April 3, 2009 asaria 3 comments

Jakarta macet? Bukan hal aneh tentunya. Malah bukan Jakarta namanya kalau gak macet.

Saya seringkali mengibaratkan kendaraan yang lalu-lalang di jalan seperti laju aliran. Selayaknya air, contohnya, air akan terus mengalir jika tidak ada yang menghalangi alirannya. Begitu pula laju kendaraan di jalan. Jika lajunya terhalangi, otomatis, alirannya akan terhenti dan tentu saja akibatnya terjadilah kemacetan.

Tapi, kok bisa macet yah? Apa benar karena jumlah kendaraan yang turun ke jalan sudah tidak sebanding lagi dengan luas ruas jalan yang tersedia?

Terus terang, saya sendiri pun tidak pernah tahu berapa perbandingan ruas jalan di Jakarta dengan volume kendaraan yang melaju di jalanan. Cuma, pikiran sederhana saya berpikir, toh kalo memang perbandingannya mpot-mpot-an, asalkan aliran kendaraan tak terhenti, gak akan macet kan?

Lalu, kenapa Jakarta bisa macet? Berikut beberapa faktor yang menurut saya menjadi penyebab macetnya jalanan ibukota. Anda juga bisa ikut menambahkan daftar yang saya buat dan yuk kita cari solusinya bersama-sama.
1. Lampu merah. Bangjo istilah teman saya yang asli Surabaya.
2. Kendaraan yang berhenti sembarangan, terutama angkot dan bis (metromini, kopaja, en the gank saya golongkan ke kategori ini). Coba perhatikan, pasti Anda sering menemui bis yang seenaknya menurunkan penumpang di tengah jalan. Tanpa ngasih tanda dengan lampu sign lagi. Tambah parah, kalau bi situ seenaknya menurunkan seluruh penumpangnya dijalan dan mengopernya ke bis lain. Alamak.
3. Pasar. Tahu kan kenapa di Kebayoran Lama sangat macet setiap hari? Apalagi pagi hari. Yup, jawabnya karena ada pasar. Para pedagang tumpah ke jalan, memakan hampir separuh badan jalan.
4. Persimpangan. Coba Anda perhatikan, rata-rata daerah persimpangan cenderung lebih macet daripada sudut jalan lainnya. Contohnya, di Jalan Ciledug RAya. Lihat saja Kreo. Di persimpangan ada pasar, di depannya sekolah dan angkot mengetem di mana-mana belum lagi arus kendaraan dari arah Cipadu berebut tempat dengan kendaraan lainnya di jalan Ciledug Raya ini. Contoh sangat sempurna.
5. Hujan. Fenomena ini nih yang sampai sekarang masih tidak saya mengerti. Kok bisa ya, kalau lagi hujan, ataupun setelah hujan lalu lintas rata-rata tersendat? Apa seluruh kendaraan melambatkan diri?
6. Banjir dan genangan air. Bisa jadi ini jawaban dari poin 4 di atas. Pastinya, kalau banjir, macet adalah mutlak.

Hmm, apalagi ya? Ada punya tabungan pengamatan lain? Atau punya solusi untuk membantu menanggulangi masalah kemacetan yang makin lama makin mengakar ini?

-untuk hidup yang lebih baik-

Categories: Better Life

Ubah Apa yang Ingin Kau Lihat

November 26, 2007 asaria Leave a comment

Judul di atas sebenarnya meminjam sebuah quote dari Mahatma Gandhi yang diucapkan Oprah Winfrey diacaranya hari Minggu lalu. Artinya kurang lebih, jika kita tidak ingin melihat sesuatu, maka ubahlah sesuatu itu hingga apa yang kita inginkan terwujud. Contohnya, jika kita tidak suka melihat sampah berserakan di mana-mana, maka ubahlah. Misalnya, mulai dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya. Berikan contoh yang baik terutama kepada anak-anak, sehingga orang lain pun terinspirasi untuk mengikuti langkah kita.

Saya benar-benar terkesan dan tertegun. Di acara itu ditampilkan 3 orang nara sumber yang telah berbuat. Seorang wanita yang mengajak orang lain untuk menyumbangkan piyama untuk anak-anak yang ditinggal orang tua mereka karena harus mendekam di penjara. Anak-anak ini, tak punya bahkan tak tahu apa itu piyama (sebenarnya di Indonesia kita juga kurang familiar dengan piyama). Seorang mantan country manager Microsoft yang memilih berhenti dari perusahaan yang telah menghidupinya selama 8 tahun terakhir dan memilih untuk mendistribusikan buku-buku ke Nepal (saya lupa negaranya, rasanya memang iya Nepal). Terakhir, seorang wanita yang mengumpulkan kupon-kupon diskon di koran dan menggunakannya untuk membeli sembako, lalu membagikannya ke orang-orang yang membutuhkan. Alasannya, dia tidak suka melihat makin tingginya tindakan kriminal dan maraknya PSK di lingkungannya. Salah satu cara yang terpikir, ya itu tadi mengumpulkan kupon-kupon diskon yang umumnya dibuang. Setidaknya dengan cara ini dia bisa berbuat sesuatu meringankan beban finansial akibat membeli sembako yang memang menjadi alasan utama makin meningkatnya kriminalitas tersebut. Ternyata satu kota tergerak, saat dikumpulkan kupon-kupon tersebut tak lagi bernilai 24 sen. Tapi puluhan, bahkan ratusan dolar. Wow.

Lalu, saya pun berpikir. Apa yang bisa saya lakukan? Saya tak tahu. Saya yakin, sebagian dari kita punya niat tulus untuk membantu. Permasalahannya, kita tak tahu harus berbuat apa. Apa Anda juga merasakannya?

Saya jadi teringat. Seminggu sebelumnya saya bertemu dengan seorang alumni yang merupakan aktivis di sebuah NGO (Non-Governmental Organization atau LSM, tapi saya lebih nyaman menyebutnya NGO. Oke. Lalu otak kreatif saya bermain lagi, mengingat-ingat dan berpikir. Apalagi yang bisa saya lakukan? Aha, saya ingat, ternyata beberapa hari sebelum bertemu dengan alumni tersebut, saya mengikuti seminar Bapak Rizal Ramli. Beliau mengajak kami, para peserta bergabung di BANGKIT INDONESIA. Organisasi yang terdiri dari orang-orang dengan latar belakang berbeda dan mengkampanyekan kebangkitan negeri ini. Berada di jalur baru bersama Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Cina. Melesat maju. Bukan berada di jalur lama bersama Filipina yang terseok-seok bangkit.

Otak saya bermain lagi. Apa yang bisa saya lakukan? Mmm, o iya, gabung di 1001 BUKU. Sudah lama saya ingin bergabung menjadi volunteer di 1001 Buku. Sejak pertama kali membaca tentang 1001 Buku di Bobo dulu. Saya kan pencinta buku? So, why not? Pasti saya bisa melakukan sesuatu di bidang yang saya cintai. Hei, bukankah apa yang saya dan teman-teman lakukan selama ini juga merupakan sebuah kontribusi nyata? Mengurangi pemakaian kertas terutama untuk printing dan memilah sampah di rumah? O iya ya…. :-)

Duh, senangnya bisa berbuat. Percaya deh, menjadi orang yang peduli itu menyenangkan. Meskipun kecil, setidaknya kita sudah berbuat. Berbuat untuk sesuatu yang ingin kita lihat terjadi. Jadilah bagian dari perubahan.

Apa lagi yang bisa saya lakukan? Mmm, aha masih ada ternyata. Eits, yang satu ini masih rahasia. Baru bertemu dengan yang teman bervisi sama tadi. Pokoknya, tentang fisika aja. Fun with physics. 

What can you do?

Categories: Better Life

SORRY, THERE’S NO GIVE UP IN MY LIFE!

September 10, 2007 asaria Leave a comment

 

 

No one can go back and make a brand new start

Anyone can start from now on and make a brand new ending

GOD didn’t promise days without pain

laughter without sorrow

sun without rain

But HE did promise strength for the day

comfort for the tears

and light for the way

(UNKNOWN)

So, why should give up?

Categories: Better Life, Inspirasi Tags: ,