Gracias, Amigo!

Alhamdulillah, besok DIWISUDA…. Hore… Senangnya….
Satu lagi impian saya tercapai. Diwisuda tanggal 27 Oktober 2007. Memang target IP tidak sesuai dengan yang saya harapkan, no matter, yang penting, saya wisuda besok. Impian orang tua pun melihat anaknya wisuda besok, terwujud.
Sayang, nenek yang saya harapkan hadir saat saya wisuda besok, tidak dapat haidr. Penerbangan dari Padang ditunda menjadi hari Senin, dua hari setelah saya diwisuda. Ah, gak apa-apa. Masih ada Mama dan Abang. Hm, saya yakin, beliau pun bahagia.
Ah, akhirnya. Satu perjuangan selesai. Masih ada hari panjang di depan mata yang membutuhkan perjuangan lebih. Welcome to the real world. Sejauh mana saya bisa berbakti kepada masyarakat, itulah definisi yang sebenarnya. Setidaknya itu yang saya dapat dari menonton drama Korea Kkwangi atau Madness waktu SMA dulu.
Saatnya, untuk berdiri di atas kaki sendiri. Melanjutkan perjuangan hidup yang belum usai.
Sahabat-sahabatku, terima kasih ya atas dukungannya selama ini. Saya bisa wisuda besok juga berkat motivasi dan doa kalian semua. Semoga kalian pun meraih apa yang diimpikan. Karena kekuatan impian dan cintalah yang melabuhkan Ikal dan Arai di Sorbonne University. Hue he he… Andrea Hirata banget gak sih.
Iya, thanks to Andrea. Ketiga buku dari tetralogy Laskar Pelangi-nya telah membakar api semangat dalam diri saya. Jika Ikal dan Arai yang anak pedalaman Belitong nan jauh terpencil di ujung negeri sana bisa mencapai impian mereka, kenapa saya yang bernasib jauh lebih baik tidak? Saya yakin, insyaAllah seperti mereka yang bisa menginjakkan kaki di Prancis dan menjelajahi 42 negara Eropa, saya pun bisa menginjakkan kaki saya di Finlandia. Mengukir kisah perjalanan saya sendiri, menemukan my own Edensor.
Memodifikasi sedikit kata-kata Arai, saya yakin Tuhan pun telah memeluk mimpi-mimpi saya dan menunggu. Tugas saya adalah, berjuang mewujudkannya. Last, thanks juga buat M. Maulana Syuhada dengan 40 Days in Europe-nya yang tak kalah menginspirasi serta Enyd Blyton dengan serial Malory Towers-nya yang telah menghidupkan imajinasi saya saat tinggal di asrama putri Kanayakan.
Gracias, Amigo!

COMMENTs