Archive

Archive for the ‘Technology’ Category

MODBUS RTU OVERVIEW

October 26, 2009 asaria 1 comment

Modbus adalah teknologi lama yang dikembangkan oleh Modicon pada 1979. Modbus merupakan salah satu protokol yang memungkinkan beberapa sistem berbeda saling berkomunikasi satu sama lain.

Berdasarkan media transfernya, Modbus dikategorikan ke dalam Modbus serial (RS232/485) dan Modbus Ethernet (TCP/IP). Jika dirujuk dari bentuk datanya, Modbus dibagi ke dalam Modbus RTU (serial) dan Modbus ASCII. Pada Modbus serial digunakan istilah Master/Slave sedangkan Modbus Ethernet biasanya memakai terminologi Server/Client.

Modbus RTU

Pada gambar di bawah dapat dilihat bagaimana dua sistem yang berbeda (Master & Slave) berkomunikasi menggunakan Modbus RTU, misal pada PLC A dan B dengan brand yang berbeda. Master (sistem utama, PLC A) melakukan request ke slave (PLC B) untuk mengirimkan data dengan parameter tertentu (slave ID, function code, data size, address, dll). Setelah request diterima, PLC slave akan merespon dengan mengirimkan reply berupa data yang diinginkan oleh Master.

MODBUS RTU Diagram

MODBUS RTU Diagram

Contoh struktur pesan yang dikirimkan saat transaksi:

Transmit [01][03][00][88][00][0A][45][E7]
Receive [01][03][14][00][00][00][00][00][00][00][26][00][00][00][00][00][00][00][00][00][00][00][00][D5][C1]

Artinya, master me-request kepada sistem dengan slave/station id [01] untuk mengirimkan data berupa holding register [03], dimulai dari address ke 137 (konversi dari hexa [00][88]+1) dengan lebar data 10 ([00][0A]). Kode [45][E7] adalah error check.

Lalu, slave dengan id [01] merespon dengan mengirimkan data holding register [03] sebanyak 20 data ([14]), yang masing-masing nilainya adalah 0 ([00][00],[00][00],[00][00]) untuk address 137 hingga 139, 38 ([00][26]) untuk data ke 140 dan 0 untuk data selanjutnya. Sedangkan [D5][C1] adalah error check value.

Karena data yang diterima oleh master berbentuk word (16 bit), maka biasanya dibutuhkan lagi blok konversi dari word ke tipe data lain (real, boolean, integer, dll) sebelum data tersebut digunakan.

Selain holding register (function code = 03 [3xxxx]), terdapat 3 tipe variabel lainnya, yaitu:

  • [0xxxx] Coil/Output (digital data),
  • [1xxxx] Status (digital data), dan
  • [2xxxx] Input register (analog data).

Function code menunjukkan tipe variabel dari data yang di-request/dikirimkan. Function code-function code yang umum digunakan:

Code Description
01 Read coil status
02 Read input status
03 Read holding registers
04 Read input registers
05 Force single coil
06 Preset single register
07 Read exception status
15 Force multiple coils
16 Preset multiple registers
17 Report slave ID

Referensi:
1. Modbus Overview
2. Modbus RTU Overview

UNLIMITED INTERNET : TELKOMSEL FLASH VS SMART

September 28, 2009 asaria 8 comments

Mana yang akan Anda pilih? Telkomsel Flash atau Smart?

Masih ingat tulisan saya tentang koneksi internet dengan gprs vs broadband (baca: Telkomsel Flash)? Disitu saya membandingkan antara berselancar menggunakan GPRS dengan broadband, yang pada akhirnya saya memilih teknologi broadband (Telkomsel Flash volume based) yang jika dihitung-hitung lebih murah dibandingkan menggunakan GPRS.

Namanya juga manusia, gak ada puasnya kan? Lama-lama, saya pikir, jika saya pakai volume based terus jatuhnya lumayan mahal juga ternyata. Apalagi kalau di-connect ke laptop, kuota volume saya tersedot dengan cepat. Hmmm, ya akhirnya saya mulai lirak-lirik paket unlimited internet yang sekarang banyak ditawarkan.

Setelah membanding-bandingkan, kok kayaknya saya masih (ingin) setia dengan Flash ya? Ya sudah, saya pun mengurus aplikasi untuk berlangganan paket unlimited internet Telkomsel Flash di Grapari Ciledug. Awalnya, proses aplikasi saya berjalan mulus, tapi ternyata mbak-mbak Graparinya mulai menunjukkan tanda-tanda aplikasi saya bermasalah setelah tahu kalau ternyata status rumah yang saya tinggali ngontrak, bukan milik sendiri, mana tak ada telepon rumahnya lagi. Finally, si mbak Grapari-nya minta surat keterangan domisili dari RW agar aplikasi saya bisa disetujui. Ya sudah, saya pun pulang dan kembali lagi Sabtu depannya (maklum orang kantoran) dengan membawa surat keterangan domisili dari RW.

Then prosesnya pun berjalan normal, materai Rp. 6.000,- ditandatangani, sampai … “Mbak mau tagihannya dikirim ke alamat kantor atau alamat rumah?”, tanya Mbak Grapari-nya dengan manis.

Mantap saya jawab, “Kantor.” Pikir saya, ‘kan saya ngontrak, kalau ntar pindah, tagihannya gak nyampe dunk ke saya? Jadi, mending ke kantor atuh.’

“O kalo gitu aplikasinya diajukan ke Grapari Jakarta Selatan aja Mbak.”

Weitz, apa-apaan ini? Ribet sekali.

Nah, sampai akhirnya saya kenalan dengan SMART. Sistemnya yang beli lepas lebih cocok buat saya. Beli HP Haier C700 seharga Rp. 450.000,- (iklannya bilang sih cuma Rp. 399.000). Dapat promo paket unlimited internet gratis selama 3 bulan terhitung sejak tanggal aktivasi kartu. Setelah promo habis, bisa dilanjutkan dengan paket unlimited internet dari SMART yang harganya ternyata lebih murah dari paket sejenis dari Telkomsel. Hohoho, boljug tuh.

Saya baru pakai paket unlimited SMART beberapa hari. Hari pertama saya gagal membuka webpage yang ingin dikunjungi. Paling banter hanya buka google saja. Sinyalnya oke (4-5 bar) dengan speed 115.2Kbps. Waktu saya lapor dan minta solusi ke CS Smart, saya hanya ditanya error apa saja yang muncul tanpa mendapatkan solusi sama sekali. Malah 2 kali menelepon, 2x pula telepon saya ‘ter(di)putus(kan)’. Menyebalkan memang, tapi setelah saya kutak kutik dan nyari info sana sini (terutama dari teman yang menggunakan SMART juga) serta pengalaman dengan Flash, saya curiga message ‘NETWORK INTERRUPTED’ yang saya terima disebabkan oleh pulsa saya yang Rp. 0,- (kata CS dan penjual di tokonya saat beli pertama, kita dapat paket pulsa senilai Rp. 10.000,- dan bisa dipakai untuk internet-an). Setelah pulsanya saya isi ulang (cukup Rp. 10.000,- saja), violaaaaa, jalan tuh.

Tapi, jangan samakan kualitas koneksi SMART dengan Flash ya… Bagaimanapun juga, harga berbanding lurus lah dengan kualitas. Soal koneksi, Flash memang selangkah di depan SMART.

Sekarang saya malah bingung bagaimana cara me-unreg Flash volume based saya. Kan pulsanya dipotong secara otomatis tuh. Ada yg tahu?

OPC

April 4, 2009 asaria Leave a comment

Tak banyak informasi dalam bahasa Indonesia yang saya dapat sewaktu mencari informasi tentang OPC. Terutama mengenai bagaimana cara membuat database dengan OPC sebagai jembatan.

Semoga tulisan kecil ini bisa memberikan sedikit pencerahan buat Anda yang juga ingin mengenal OPC dan implementasinya, seperti saya.

OPC – What

Menyuplik dari Wikipedia, OPC merupakan singkatan dari OLE for Process Control. OPC adalah standard dalam industri otomasi dan system enterprise yang memungkinkan komunikasi real-time data dari beberapa proprietary berbeda. Standard OPC dikelola oleh OPC Foundation.

OLE sendiri adalah teknologi Microsoft yang memungkinkan suatu aplikasi dipanggil dari aplikasi lainnya. Misalkan, Anda ingin membuka worksheet Excel yang telah dikerjakan dalam Word. Dengan mengklik icon insert Excel worksheet di Word, Anda dapat memanggil dan memodifikasi worksheet yang diinginkan.

Untuk lebih jelasnya mengenai posisi dan fungsi OPC dapat dilihat pada gambar perbandingan era sebelum dan setelah OPC berikut:

before-and-after-opc

Ada beberapa standard spesifikasi dalam OPC, antara lain:
1. OPC Data Access
Antarmuka (interface) untuk membaca (read) dan menulis (write) real time data dari PLC, DCS, dan control device lainnya ke HMI.
2. OPC Alarm and Events
Antarmuka untuk memonitor alarm dan event, termasuk process alarm, operator action, alarm message, dan tracking/auditing message.
3. OPC Historical Data Access
Antarmuka untuk mengakses data-data yang telah tersimpan (historical data).
4. OPC Batch
Bagian dari OPC DA yang berfungsi untuk mengakses data-data yang dibutuhkan dalam batch proses.
5. OPC Data eXchange
Untuk komunikasi antar server melalui Ethernet fieldbus network.
6. OPC XML DA
Integrasi OPC dan XML untuk membangun aplikasi berbasis Web.
7. OPC Security
Antarmuka untuk mengontrol akses OPC client ke OPC server guna memproteksi dari modifikasi parameter proses.

Keseluruhan spesifikasi OPC berdasarkan teknologi OLE, COM, dan DCOM yang dikembangkan oleh Microsoft.

COM (Component Object Model) adalah teknologi Microsoft yang menyediakan framework untuk interaksi antar komponen. Untuk bisa berinteraksi, komponen haruslah memiliki struktur binary yang bersesuaian, sehingga memungkinkan komponen yang beroperasi pada platform yang berbeda saling berkomunikasi.

COM berkembang menjadi DCOM (Distributed COM) yang memungkinkan interaksi antar komponen pada berbagai platform yang berbeda.

Arsitektur OPC

Arsitektur OPC

Beberapa terminologi yang dipakai di dalam OPC:
Server : penyedia data
Client : meminta data ke OPC Server
Item :
Group
Collection

Referensi:
1. What is OPC - OPC Foundation , Wikipedia
2. OPC – Fundamentals, Implementations, and Application, Frank Iwanitz & Jurgen Lange.
3. COM and DCOM – Teknologi Komponen COM dan DCOM « Yani’s Weblog.htm

Categories: Technology Tags: ,