Archive

Archive for the ‘Travel’ Category

RUTE ANGKOT JAKARTA

September 27, 2009 asaria Leave a comment

Terinspirasi dari gothere dan pengalaman saya mencari rute dari Ciledug ke ITC Fatmawati yang ternyata tak ada di peta yang saya punya. :-) Semoga bisa memudahkan! (Sorry, info rute saya cicil menulisnya.)

Ciledug – Blok M (via CBD Ciledug – Kreo – Kebayoran Lama – Taman Puring – Mayestik – RSPP – Bulungan)

  • naik MM69, turun di terminal Blok M.

Ciledug – Pasar Minggu (via Kemang/Pancoran)

  • naik C01/MM69 menuju Cipulir, dari sini lanjutkan dengan KP614 (via Kemang) hingga Pasar Minggu,atau
  • naik MM69, turun di terminal Blok M, lanjutkan dengan MM75 (via Cilandak)/KP616 (via Pancoran) hingga Pasar Minggu

Ciledug – ITC Fatmawati

  • naik MM69, turun di terminal Blok M, dari Blok M naik MM610 turun di depan ITC Fatmawati, atau
  • jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa melewati Pasar Kebayoran Lama, setelah fly over belok kanan ambil jalur kiri ke arah Jalan Iskandar Muda, ambil jalur kanan masuk terowongan ke arah Pondok Indah, setelah Masjid Pondok Indah (dekat Pondok Indah Mall) belok kiri menyusuri Jalan Marga Guna Raya dan H. Nawi, lurus masuk ke komplek Ruko/Rukan Fatmawati, ITC Fatmawati berada di ujung komplek.

Ciledug-Depok

  • naik MM69, turun di terminal Blok M, lanjutkan dengan KP613, atau
  • jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa melewati Pasar Kebayoran Lama, setelah fly over belok kanan ambil jalur kiri ke arah Jalan Iskandar Muda, ambil jalur kanan masuk terowongan ke arah Pondok Indah, belok kiri di perempatan Fatmawati, terus menyusuri jalan hinggaTB Simatupang (lewat sisi tol), perempatan di underpass belok kanan ke arah Lenteng Agung Timur hingga memasuki Depok Kota (lewat Margonda Raya).

Note:

  1. MM = metro mini (jauh dekat Rp. 2.000,-)
  2. KP   = kopaja (jauh dekat Rp. 2.000,-)

Peta detail bisa diperoleh di detikmap. Info detail angkot silahkan klik di sini.

My 1st Visit in Singapore

September 4, 2009 asaria Leave a comment
@ Merlion

@ Merlion

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga keinginan saya tahun ini ke luar negeri. Meskipun dalam rangka training ke kantor di Singapura, at least I did it! :-)

Saya berangkat jam 09.50 dari Cengkareng dan landing sekitar jam 12.25 di Changi. Lama penerbangan Jakarta-Singapura sekitar 1.5 jam. It means, selisih Jakarta dengan Singapura adalah 1 jam.

Untuk orang yang belum pernah ke luar negeri seperti saya, arti penting nilai tukar uang tidak menjadi perhatian utama. Padahal ternyata, like it or not, mau tidak mau jika keluar negeri kita memang harus ‘melek’ dengan hal ini. Perbedaan 0.05 dolar atau 5 sen bisa menjadi hal yang sangat berarti. Untungnya sebelum berangkat ke SG saya direkomendasikan rekan kantor untuk menukarkan US$ yang saya terima ke SG$ di SG, daripada di Indonesia. Karena, rate di SG lebih tinggi dibandingkan jika menukarkannya di Indonesia.

Makanya, begitu sampai di Changi dan setelah melewati imigrasi, saya buru-buru menukarkan US$ yang saya punya di money changer di sebelah kiri pintu keluar kedatangan. Karena hanya butuh untuk membayar taksi saja, saya hanya menukarkan SG$50, sisanya ingin saya tukarkan di Mustafa yang menurut seorang rekan tertinggi ratenya di SG. Ya, satu hal lagi, soal currency, harga beli uang US$50 lebih tinggi daripada pecahan US$10. So, think it wisely (US$1 = sekitar SG$1.425).

Bagaimana rasanya pertama kali ke luar negeri? Surprise sekali. Apalagi melihat jalanan SG yang bersih dengan trotoar lebar dan pepohonan di kanan-kiri jalan. Kok nyaman ya… Meskipun panas (panasnya lebih nyelekit daripada panas di Jakarta), teteup…. nyaman :-) .

Untuk transportasi selama di SG, MRT dan bus sangat direkomendasikan. Yah, kalau jaraknya tidak terlalu jauh, lebih baik jalan kaki. Agar lebih hemat, sebaiknya beli kartu pass di MRT station. Kartu perdana bisa dibeli seharga SG$15 dan jika nilai uang kartu kita telah habis bisa diisi ulang seharga US$10. Jadi, jika naik MRT dan bus, kita tinggal men-tap-kan (apa ya bahasa Indonesianya?) kartu ini di scanner yang terdapat di pintu masuk MRT dan bus. Kalau turun, tinggal tap lagi aja. Atau, bisa juga pakai koin. Bedanya, jika kita naik bus dan membayarnya dengan koin, fare yang harus kita bayar seharga jarak terjauh dari bus itu. Namun, jika kita pakai kartu pass, fare yang harus kita bayarkan hanya seharga jarak yang kita tempuh. That’s it.

Oya, kita kayaknya gak akan tersesat deh jalan-jalan di SG. Di setiap bus stop dan station terpampang peta bus route dan kita juga bisa mencek bus/MRT mana yang harus kita naiki di gothere.

SG adalah gudangnya para esmod. Makanya di sepanjang jalan pasti kita akan melihat banyak sekali para esmod dengan dandanan kemeja-pantofel berlalu lalang. Apalagi kalau pagi sekitar jam 08.00 dan malam mulai jam 18.00. Jam berangkat dan jam pulang kantor. Mereka memang pekerja keras. Bahkan warga paruh baya sekali pun. Coba perhatikan para sopir taksi, penarik becak, pelayan di foodcourt, rata-rata para orang tua paruh baya. Yah, buat kita yang tidak terbiasa melihat memang agak kasihan juga. Info yang saya dapat bilang, di SG tidak ada pensiun layaknya kita di Indonesia. Selain itu, para pekerja paruh baya ini memang harus bekerja, karena jika tidak mereka tidak akan bisa makan. Keras ya kehidupan di sini…

Satu hal lagi tentang warga SG. Coba perhatikan orang-orang yang berlalu lalang di jalanan, mayoritas adalah keturunan Cina dan India. Baru di sini saya menemukan pasangan India-Cina. Unik ya… Baru di sini juga saya menemukan ramainya anak muda yang mengantri hanya untuk masuk ke club, dugem. Coba saja ke daerah Merlion sana. U will see.

In SG, u can find food everywhere. But,… untuk yang halal memang butuh sedikit usaha untuk mencarinya. Di sekitar penginapan saya di daerah Park Way, ada Banquet dengan harga dibawah SG$10. Di East Coast Way, ada makanan Indonesia, House of Soto. Rawon-nya nendang loh. Harganya berkisar antar SG$0.5 – 10. SG$0.5 untuk semangkuk nasi :-) . Dapat air putih gratis lagi. Katanya, di sini ada 3 jenis makanan: contain pork, no pork, dan halal. Nah, yang halal biasanya ada stiker halal ditempelkan di depan gerainya. Di Marine Square juga ada Secret Recipe, harganya memang agak lebih mahal beberapa dolar. Kalau memang low budget, bisa pilih roti. Bayak kok roti yang berlabel halal. Di sini ada toko roti namanya Bengawan Solo, saya penasaran ingin ke sana. Sayang belum kesampaian.

OLEH-OLEH DARI TROWULAN – MOJOKERTO

May 24, 2009 asaria Leave a comment

Beberapa foto saat saya jalan (dan kerja, tentunya) ke Trowulan – Mojokerto sekitar Maret 2009 lalu. Dari penginapan di jalan Pahlawan, saya naik len ke terminal Mojokerto lalu melanjutkan dengan len lagi ke Trowulan. Untuk menyusuri situs-situs Mojopahit, mulai dari pendopo hingga Siti Inggil, saya menyewa becak (diantar abangnya juga).

Tempat-tempat yang saya kunjungi mulai dari Kolam Segaran, Pendopo, Candi Kedaton, Makam Kubro, Candi Bojang Ratu, Candi Gentong, Candi Brahu, Siti Inggil, dan Candi Lawang. Kesan saya selama perjalanan, nuansa mistisnya terasa sekali. Selalu ada sesajen di setiap situs yang saya singgahi. Apalagi, sewaktu di Makam Siti Inggil.

candi bojang ratu

candi bojang ratu

Siti Inggil

Siti Inggil

Sapu Jagad - Sapu Angin

Sapu Jagad - Sapu Angin

Categories: Travel